Selamat datang.. Hingar bingar di sekeliling mari diambil hikmahnya, karena keadaan masyarakat akan berubah bila diri kita berubah. Salam hangat!

Sunday, October 28, 2012

Wahyu dan Pengetahuan Manusia



Jelas bahwa manusia terbatas. Keterbatasan yang berlapis-lapis.

Dengan berbagai usaha yang telah dilakukan, sebenarnya pengetahuan komunitas manusia semakin bertambah dari masa ke masa. Namun masih banyak sekali pertanyaan yang belum ditemukan jawabannya, karena banyaknya obyek pengkajian yang relatif masih tersembunyi. Tersembunyi karena terlalu dekat, atau terlalu jauh, atau terlalu kecil, atau terlalu besar, atau terlalu lemah, atau terlalu kuat, atau terlalu kompleks, atau keadaan ekstrim lain yang belum mampu dijangkau oleh indera maupun alat bantu.

Oleh karenanya, di semua bidang ilmu manusia terus menerus melakukan penelitian dan pencarian. Dunia sampai hari ini masih membutuhkan jutaan ilmuan untuk mengeksplorasi bumi, langit, alam psikologis, alam medis, alam sosial, dan berbagai hal lainnya yang bisa dijangkau melalui bukti-bukti nyata (fakta) sebagai landasan yang kokoh.

Sementara itu, di tingkatan personal, otak seorang manusia memiliki keterbatasan dalam memahami semua pengetahuan yang sudah diakui keabsahannya oleh komunitas dunia. Sehingga lebih sedikit lagi pengetahuan yang dapat dimengerti oleh seorang manusia, tergantung kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.

Dan, ketika masuk ke hal yang lebih praktis, maka makin sedikit lagi pengetahuan yang dapat dipakai seorang manusia dalam menentukan setiap langkahnya, tergantung kapasitas memori berjalan yang ia miliki dalam menganalisa.

Sehingga, menegaskan apa yang sudah ditulis di awal, manusia selalu berada dalam keterbatasan yang amat sangat di alam yang teratur ini. Manusia selalu berada antara pengetahuan yang sedikit dan semesta pengetahuan yang tak diketahui ujungnya.


Kebutuhan akan Keselamatan

Di saat berada dalam posisi antara pengetahuan yang diketahui dan yang tak diketahui, manusia menghadapi berbagai keadaan. Maka, akibat dari apa yang tidak diketahui adalah munculnya kejadian yang dapat membahayakan jiwa dan ketentraman hidupnya. Berbagai kejadian yang membahayakan adalah bukti dari keterbatasan pengetahuan manusia baik secara komunitas maupun secara personal. Kejadian yang membahayakan itu bisa terjadi akibat satu atau beberapa hal sekaligus :
- keterbatasan pengetahuan manusia dalam melibatkan semua variabel yang halus maupun yang besar dalam menentukan langkah yang benar, sehingga berakibat kesalahan dan kemudian mendatangkan bahaya
- keterbatasan pengetahuan manusia dalam mendeteksi saat dan dari arah mana datangnya bahaya,
- keterbatasan pengetahuan manusia dalam menanggulangi atau menghindari kekuatan bahaya yang datang,

Dari kondisi keterbatasan yang dihadapi manusia, maka Tuhan Yang Maha Tahu menghadirkan Wahyu sebagai sisi pengetahuan lain yang melengkapi pengetahuan yang telah dicapai manusia. Dengan sempurnanya pengetahuan, maka hal itu akan menjamin kehidupan yang selalu berada dalam keselamatan, karena manusia akan bertindak sesuai dengan hukum absolut yang berlaku pada himpunan semesta.

Tentang Wahyu yang ditujukan untuk "melengkapi" pengetahuan yang telah manusia capai, maka hal ini selaras dengan sifat Tuhan yang mandiri dalam kehendakNYA, bahwa setiap kehendakNYA tidak mungkin bertentangan dengan kehendakNYA yang lain. Tuhan telah berkehendak menganugerahkan tubuh dan akal kepada manusia sejak awalnya, maka Tuhan tidak mungkin menafikan hasil usaha akal dan tubuh yang dilakukan secara benar.

Segala sesuatu yang sudah manusia akui sebagai pengetahuan yang benar karena didukung bukti-bukti yang meyakinkan dan konsisten, maka Tuhan tidak akan menyanggahnya. Karena itu adalah juga kehendakNYA.


Eksistensi Wahyu

Wahyu diturunkan kepada komunitas dunia secara berkali-kali melalui para Nabi (baik Nabi yang disebutkan dalam Al Quran maupun yang tidak), sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad. Semua Nabi sama, tidak ada pembedaan. Tuhan pun hanya satu, yang sama sejak dulu hingga sekarang. Tetapi kenapa wahyu diturunkan ke masing-masing Nabi seakan berbeda ? Apakah Tuhan tidak mampu menurunkan pelajaran yang sama yang bisa berlaku kepada seluruh manusia di segala jaman?

Jawabnya adalah Tuhan pasti bisa. Tuhan bisa menurunkan satu pelajaran yang berlaku selamanya, yaitu :
Pokok keimanan, yang di dalamnya terdapat pengetahuan paling utama bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Itulah Kalimat Tauhid sebagai pelajaran abadi bagi manusia, sejak Nabi Adam hingga sekarang, yang menurut penulis bisa diartikan sebagai berikut :
- Tak ada fakta abadi tentang yang paling dahsyat dari semua fakta yang mampu diketahui manusia,
- tak ada fakta abadi tentang yang paling mampu menyelamatkan dari semua fakta yang mampu diketahui manusia,
- tak ada fakta abadi tentang yang paling indah dari semua fakta yang mampu diketahui manusia,
- tak ada fakta abadi tentang yang paling besar dari semua fakta yang mampu diketahui manusia,
- tak ada fakta abadi tentang yang paling halus dari semua fakta yang mampu diketahui manusia,
- tak ada fakta abadi tentang apapun ‘yang paling’, kecuali Fakta Yang Maha yang tak akan mampu diketahui di dunia ini.

Pokok keimanan di samping (1) Kalimat Tauhid adalah pengetahuan tentang eksistensi (2) penjagaan sistem semesta (Malaikat), eksistensi (3) wahyu pengetahuan (Kitab Suci) yang diantarkan (4) para Nabi kepada manusia lain, pengetahuan tentang eksistensi (5) alam tujuan dan keabadian (Akhirat), serta pengetahuan tentang eksistensi (6) berbagai ketetapan Tuhan (Qadla dan Qodar).

Di luar pokok keimanan itu, wahyu yang turun berkembang mengikuti sejarah manusia. Berkembang mengikuti kemajuan pengetahuan manusia berbasis bukti (empiris). Berkembang mengikuti keragaman struktur masyarakat. Berkembang mengikuti keragaman aktivitas. Berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Berkembang mengikuti kemajuan mengolah alam. Dan keragaman-keragaman lainnya.
Keseluruhan wahyu mengawal manusia sebagai makhluk yang mengembangkan dirinya, karena dalam pengembangan diri terdapat potensi baik dan buruk (masalah). Maka wahyu akan menjaga potensi baik sebagai rahmatNYA, dan mengatasi potensi buruk (masalah).

Terkait tentang eksistensi wahyu dalam sejarah manusia, terdapat keselarasan kuat antara ajaran Nabi Muhammad dengan ajaran Nabi Ibrahim. Apa yang diajarkan kepada Nabi Muhammad pada dasarnya adalah mengikuti wahyu yang diturunkan kepada Ibrahim. Kenapa tidak dikatakan Nabi Muhammad mengikuti Nabi Adam?

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik". (Al An'am:161)
 
Hal ini menurut penulis adalah karena peradaban dan struktur masyarakat pada masa Nabi Muhammad dan sesudahnya memiliki kesamaan dengan peradaban dan struktur masyarakat pada masa Nabi Ibrahim, di mana pada masa Nabi Ibrahim sudah terdapat komunitas masyarakat yang besar dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Raja Namrudz. Selain itu, Nabi Ibrahim dikabarkan aktif menggunakan daya nalarnya dalam bersosialisasi dan menegakkan keimanan kepada Tuhan. Sikap Nabi Ibrahim ini menunjukkan telah berkembangnya nalar manusia secara lebih jauh sejak Tuhan mengajarkan kepada Nabi Adam tentang nama-nama benda.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Al Baqarah:31)

Maka dengan kondisi masyarakat yang kompleks, diturunkanlah Wahyu (pengetahuan dari Tuhan) yang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang pasti juga kompleks menyangkut keselamatan manusianya. Di mana terdapat masalah yang tak dapat diselesaikan dengan pengetahuan empiris , di situlah Wahyu memberikan pengetahuan dan pemecahan.

Selamanya Tuhan menurunkan Wahyu untuk membawa solusi bagi keselamatan manusia. Akan tetapi sebagaimana telah disampaikan tentang kehendakNYA yang menganugerahkan tubuh dan akal kepada manusia, maka Wahyu tidak akan menyelesaikan masalah manusia manakala tidak diiringi dengan penggunaan tubuh dan akal secara seharusnya. Tubuh harus bergerak dan akal harus berfikir realistis untuk mencapai kemanfaatan yang didasarkan pada pengetahuan empiris, selanjutnya akal yang didukung dengan keimanan akan mengkaji Wahyu dan melaksanakan dengan sesempurnanya.

Dengan demikian, sesungguhnya diperlukan dialog yang terus menerus antara pengetahuan empiris dan pengetahuan Wahyu agar kehidupan manusia secara pribadi dan komunitas dapat berjalan sempurna sesuai kodratnya.

Wallohu a’lam

2 comments:

ihsan said...

wallahu alam lah itu mas

srimuliani handoyokusumo said...

(Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.