Selamat datang.. Hingar bingar di sekeliling mari diambil hikmahnya, karena keadaan masyarakat akan berubah bila diri kita berubah. Salam hangat!

Tuesday, September 10, 2013

Semesta Muncul dengan Sendirinya?

Pertanyaan yang sederhana saja. Sebagian orang berpendapat bahwa semesta ini tercipta dengan sendirinya. Yaitu big bang muncul dengan sendirinya oleh proses yang terjadi di dalam dirinya sendiri. Nah, kalau memang demikian, kenapa big bang tidak pernah terjadi lagi sejak 13,7 Milyar tahun yang lalu? Dalam kurun waktu yang luar biasa panjang itu, tak pernah muncul lagi peristiwa big bang kedua, big bang ketiga dst di kolong langit ini. Mungkin jawabannya adalah karena tidak ada “syarat” terbentuknya big bang selanjutnya. Apakah harus ada syarat lagi ketika dikatakan bahwa semua terjadi dengan sendirinya?

Pada kenyataannya, big bang hanya terjadi sekali sehingga semesta ini sampailah pada suatu keadaan di mana memunculkan kehidupan di dalamnya. Semesta ini begitu langgengnya, selama belasan Milyar tahun tidak terinterupsi atau terganggu oleh sesuatu yang merusaknya sehingga manusia dapat terbentuk dan berkehidupan di dalamnya. Dan setelah kehidupan terjadi, kelak semesta akan masuk ke dalam black hole, sebagai ujung perjalanan realitas yang dapat ditangkap manusia.

Jadi, perjalanan semesta ini ditilik dari sudut pandang manusia menjadi sesuatu yang tidak biasa. Punya makna alias tidak sia-sia. Tidak asal-asalan, tetapi punya tujuan yang teguh berjangka panjang untuk melahirkan manusia-manusia.

Tetapi lihatlah kemudian, betapa di antara manusia yang terlahir itu ada yang bertindak asal-asalan dengan menyakiti yang lainnya secara semena-mena hanya karena ia merasa lebih kuat, lebih kaya, lebih cerdas?

Apakah mungkin bila skenario umum semesta itu tak memiliki skenario kepada para individu yang telah berbuat sombong itu?

No comments: